Memulai Usaha WO (Wedding Organizer)

              Wedding Organizer (WO), apa sih yang disebut dengan WO? Tentu sudah banyak penjelasannya diartikel- artikel lain yang membahas tentang WO, pernikahan dan semua perlengkapannya. Disini saya tidak perlu lah ya membahasnya lagi, sedikit yang ingin saya bagi disini bukanlah bagaimana harusnya memulai sebuah WO dari awal sampai akhir hingga menjadi sebuah WO yang hebat, disini saya ingin berbagi dan belajar juga sedikit jualan. J
             Jadi initinya nih, saya juga sedang belajar bagaimana caranya meraih cita- cita mempunyai sebuah WO dengan modal nol, enoooollll? Iyah enol gila ya? Banget J
             Tapi gpp lah ya, inilah pembelajaran, belajar dan syukur- syukur bisa mengajarkan pada yang lain yang ingin belajar.
             Ok, step- stepnya nih begini nih, gak langsung dari awal sampai akhir ya, berhubung ini kan saya juga baru mulai, jadi kita mulai sedikit- sedikit ya.
1. Niat
                Bosen ya dengar kata NIAT? Yah, gitu deh, niat lagi niat lagi, hehe. Ya, mau bagaimana lagi gan, semua memang didasari niat. Sebaik apapun modalnya, sebaik apapun konsepnya, demi apapun didunia ini deh saya jamin, gak akan jalan kalau memang tidak didasari niat yang melebihi baja, bener- bener tuh kata- kata Dony-nya 5cm tuh, taruh niat diatas segalanya, jangan biarkan menempel biarkan selalu 5cm diatas kening kita agar kita selalu mengejarnya, agar kita selalu bergerak dan menghasilkan energi agar kita bisa menghasilkan sesuatu dari apa yang disebut dengan hasil. Tanpa gerak dijamin nggak ada satu hal pun yang dapat kita hasilkan. Menurut saya yang pemalas sih begitu teorinya gan, hehe. Buat yang rajin dan teorinya gak berlaku ya maaf.
Jadi kembali ke topik, Niat, kita harus mempunyai niat bahwa kita ingin, ingin melakukan, niat bahwa kita harus menghasilkan sesuatu, apa sesuatunya? Ya itu tadi, saya harus bisa menciptakan sebuah WO, minimal, minimal nih ya gan, saya bisa menciptakan konsep (nanti dibahas lagi klu dah bisa bikin konsep), bisa memilah-milah bagian-bagian penting dan yang kurang begitu penting hingga yang tidak penting dalam usaha WO ini, itu saja sudah pencapaian yang luar biasa besar dalam usaha melancarkan niat, betul tidak. Minimal lagi nih, mulai aktif sama bb, sama semua sosmed dan khususnya laptop, netbook atau komputer, aktif disini bukan dalam hal maenan bb buat bban mulu, twitteran mulu dll. Engga begitu, disini adalah melancarkan niat dengan aktif dimanapun berada selalu berniat bahwa saya adalah pengusaha WO (yang akan punya WO) jadi dalam segala kesempatan saya selalu mencari informasi, selalu promosi dan selalu aksi. J
Pokoknya selalu promosi, cari informasi dan aksi.
2. Survei
                Hal ini baru saya lakukan lagi siang tadi, seharian saya datangin tempat- tempat yang jual aneka souvenir, saya datangin venue- venue yang menarik, awalnya sekedar makan siang, makan sore, makan malam, hehe. Harus kreatif memang, niatnya makan siang tapi berhubung di otak nih niatnya punya usaha ya kemanapun tempat diotak ini hanya bagaimana saya menghasilkan sesuatu. Jadi, dimanapun saya berada, selalu mata ini mengawasi setiap sudut, mulai dari interior, menu makanan, harga, lighting bahkan sampai penataan kursi sampai penataan wc tuh saya perhatiin. Kalau perlu nih nanya tuh sama pelayannya, siapa yang punya, dimana rumahnya, minta kartu namanya. Apa sih tujuannya, tidak lain dan tidak bukan adalah menentukan target pasar, mencari informasi sebanyak-banyaknya, awalnya cuma pengen tanya- tanya interior, tapi pada akhirnya mereka adalah sumber vendor kita, saat kita sudah menjalankan usaha WO kita. Karena nantinya kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa vendor- vendor tersebut.
3. Mencatat
                Semua yang telah kita lakukan sebaiknya dicatat, memori otak manusia mempunya batasan kemampuan, jadi catat, minimal buat dokumentasi tentang satu hari ini dalam sebuah agenda, kumpulkan kartu nama dalam sebuah tempat yang tidak akan mudah hilang dan tercecer. Mulai bandingkan antara satu venue dengan venue lainnya, bandingkan vendor satu dengan vendor lainnya, apa kelebihan dan kekurangannya.
Enak memang membuat penilaian dan membaca tulisan orang ya, hehe. Tapi cobalah pada prakteknya tugas ini melebihi tugas seorang marketing yang datang dan menawarkan produk, saya selalu berprinsip bahwa setiap langkah saya memasuki gerbang pintu orang adalah silaturahmi, saat saya akan mendapatkan teman itu sudah cukup jika memang Tuhan menambahkan dengan laba berupa rejeki dari mereka tentu itu bonus. Maka saya selalu menanamkan pada rekan kerja saya dan  teman- teman saya bahwa marilah kita bekerja sesuai niat dan keinginan kita, jadikan pekerjaan itu adalah jembatan untuk beramal. Rejeki yang berlimpah tentu itu BONUS yang diberikan Tuhan karna kita tak pernah mengharap lebih. J
4. Membaca
                Harusnya hal ini yang dilakukan sebelum menulis ya? Hehe, tapi buat orang malas seperti saya, saya rasa sama saja, terlalu banyak membaca juga kurang baik kata guru saya dulu, banyak yang lupa nanti, hehe.
Tapi disini saya tegaskan bahwa membaca adalah perlu, perlu untuk menambah pengetahuan tentunya, tapi untuk seorang konsultan seperti saya, saya rasa membaca berfungsi sebagai pembanding, saya membaca banyak artikel adalah untuk membandingkan harga, venue, dan vendor- vendor. J
Coba memulai membaca dengan browsing diinternet, tentang vendor- vendor yang menawarkan harga yang anda cari, mancari venue- venue yang menarik untuk modal anda bekreasi, dan tentunya mulai membaca harga dan terbiasa dengan kualitas dan kuantitas, sehingga dengan sendirinya anda akan mulai hapal diluar kepala saat melihat sebuah barang baru, karena anda sudah terbiasa dengan harga dan barang, dengan melihat barang baru pasti anda sudah tau berapa yang harus anda bayar untuk sebuah kursi pengantin yang terbuat dari kayu jati dan yang terbuat dari kayu nangka. J
Yang hal, hal sepele juga harus ada lihat dengan jari- jari, mata, dan hidung anda, tak bisa hanya dengan membaca semua selesai. Belajarlah dengan jari- jari anda merasakan harga, dengan hidung anda merasakan harga, dan dengan mata anda merasakan harga dari gestur orang- orang disekitar anda.
5. Belajar Berbicara
                Siapa bilang bicara tidak perlu dipelajari, itu hanya orang yang sombong yang mengatakannya. Seorang konsultan WO adalah harus orang yang pandai, pandai dalam berbicara khususnya, karena apa? Pekerjaannya setiap hari adalah bertemu dengan customer, bertemu dengan pemilik vendor, bertemu dengen orang catering. Setiap hari nego harga, setiap hari harus nego ini dan itu, harus punya kewibawaan, dan cara berbicara yang baik. Baik dalam artian bisa mempengaruhi orang tentunya, hehe.
                Bingung ya? Ya iyalah, coba sekarang berdiri atau duduk depan kaca yang ada disekitar anda, coba katakan “selamat malam ibu, ada yang bisa saya bantu?” liat ekspresi yang anda timbulkan di kaca itu? Sudah pakai senyum? Sudah pakai  sorot mata yang teduh? Sudah dengan mata yang mengajak? Menyenangkan? Berapi-api? Atau bagaimana? Coba simpulkan, coba liat sudut bibir anda, coba liat rentetan gigi putih anda, adakah cabai terselip disana? Haha.
Hal- hal sepele seperti inii sungguh sangat amat akan berpengaruh. Coba kembali perbaiki penampilan anda, tata riasan anda dari mulai rambut, cara berpakaian sampai bau badan anda, coba angkat tangan anda keatas kepala, palingkan kepala anda kekanan atau kekiri,, kira- kira ada bau wangi atau bau menyengat? Cobalah mari kita belajar untuk berbicara pada diri kita dulu, sudah pantaskah kita menjadi seorang konsultan untuk orang lain yang ingin memulai kehidupan barunya?
Part ini sampai disini dulu ya, esok klu sudah pada cantik dan ganteng kita lanjut lagi.
Silahkan yang ingin berbagi, bisa saling berbagi disini.

Selamat malam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadilah Orang yang Berbeda

Selamat Pagi Menyelamatkan Hubunganmu